KABARHI.ID I Indonesia - 78.500 kuota haji untuk 2027. Pemerintah Bangladesh menetapkan 24 September 2026 sebagai batas akhir pendaftaran dan menyatakan tenggat tersebut tidak diperpanjang.
Nigeria juga dipastikan memperoleh 50.000 kuota. Pemerintah negara tersebut sempat meminta tambahan alokasi, tetapi Arab Saudi menolak permohonan tersebut karena keterbatasan kapasitas dan ketentuan kuota yang berlaku. Dari total itu, 35.000 dialokasikan bagi jemaah melalui negara bagian dan Federal Capital Territory, sementara 15.000 untuk operator haji berizin.
Ethiopia hingga Mesir
Ethiopia diperkirakan mendapatkan sekitar 43.000 kuota dengan mengacu pada alokasi sebelumnya.
Aljazair disebut mendapat 41.300 kuota.
Sementara Mesir diperkirakan tetap berada di kisaran 35.375 jemaah. Namun, angka 30.650 visa yang telah diumumkan Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir bukan keseluruhan kuota nasional, melainkan khusus untuk skema Tourist Hajj.
Dari 30.650 visa Tourist Hajj tersebut, sebanyak 150 dialokasikan bagi pengemudi bus sehingga tersedia 30.500 tempat bagi jemaah. Untuk 2027, alokasi jalur darat diturunkan dari 5.700 menjadi 2.700 jemaah, sementara kategori Tourist Towers and Camps naik dari 7.740 menjadi 9.800 dan Economy Air bertambah dari 17.060 menjadi 18.000.
Gambaran Kuota Haji 2027
Dengan menggabungkan angka yang telah diumumkan dan alokasi yang masih menjadi acuan, gambaran sementara negara dengan kuota besar untuk musim haji 2027 adalah:
Indonesia — 221.000 jemaah
Pakistan — 179.210 jemaah
India — 175.025 jemaah
Iran — 87.550 jemaah
Turki — 84.942 jemaah
Bangladesh — 78.500 jemaah
Nigeria — 50.000 jemaah
Ethiopia — 43.000 jemaah
Aljazair — 41.300 jemaah
Mesir — 35.375 jemaah
Peta tersebut masih dapat berubah hingga seluruh negara memperoleh penetapan final. Namun, satu perubahan besar sudah terlihat pada Turki yang mendapat 84.942 tempat pada 2027, sementara Indonesia masih menggunakan kuota 221.000 jemaah sebagai acuan persiapan musim haji mendatang.(Sumber: HIMPUH News)
Komentar0