SABANG – Ironis dan memalukan tersiar kabar heboh di Sabang mantan Pejabat (Pj) Bupati Aceh Besar ambisi mengejar jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sabang.
Pasalnya, ambisi tersebut dilakukan dengan cara sangat memalukan meminta Sekda Sabang aktif Andre Noerman untuk mundur dari jabatannya.
"Dia mengutus dua orang suruhannya di sana membawa surat pengunduran diri agar segera ditandatangani Sekda aktif Andre Nourman.
Jelas itu intimidasi pemaksaan agar surat itu ditandatangan, tapi untungnya pak Sekda tidak mau tanda tangan," ungkap orang terdekat Wali Kota Sabang yang tidak ingin namanya dipublikasikan awak media.
"Tolong nama saya jangan disebutkan, saya berani bertanggung jawab atas pernyataan saya.
Ini benar terjadi.
Sudah tiga kali utusan mantan Pejabat Aceh Besar itu datang ke Sabang.
Kedatangan terakhir sebelum peringatan 17 Agustus 2026 kemarin, " sebutnya.
Akibat tersiarnya intimidasi dan paksaan dua oknum tersebut muncul berbagai kecaman publik.
Apa kepentingan pihak di luar Pemerintah Kota Sabang terhadap jabatan Sekda yang merupakan posisi strategis dalam birokrasi daerah.
Hingga muncul pertanyaan mengapa ada permintaan menandatangani surat pengunduran diri yang dinilai tidak profesional dan sarat utang politik jual beli jabatan.
Padahal jabatan Sekda bukanlah posisi yang dapat diputuskan berdasarkan kehendak intimidasi atau kelompok tertentu. Pengangkatan maupun pemberhentian Sekda memiliki mekanisme, prosedur, serta kewenangan yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan. "Jadi, menurut kami, wajar saja kejadian ini menimbulkan reaksi dan hujatan dari masyarakat Sabang," ujarnya.
Sementara saat dikomfirmasi untuk mengetahui kebenaran tersebut, mantan Pejabat Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, S.STP., M.M., melalui nomor telepon seluler 0811688166 dua kali, Hand Phonenya berdering masuk tapi tidak diangkat.(Redaksi)
Komentar0