TpCoGpCiTfO9GpY6GpOpBSdlTA==

Kunjungan Wisata Sabang Masih Bergantung pada Musim Liburan

Aktivitas wisata di Sabang cenderung meningkat pada musim liburan setelah kunjungan melambat pada awal tahun.

KABARHI.ID | Sabang – Kunjungan wisatawan ke Kota Sabang cenderung melambat pada awal tahun, sebelum kembali meningkat saat memasuki musim liburan. Libur Idul Fitri dan Idul Adha menjadi salah satu momentum yang mendorong wisatawan kembali berdatangan ke destinasi wisata di Pulau Weh tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, S.T., M.T., mengatakan kunjungan wisatawan ke Sabang masih banyak dipengaruhi wisatawan lokal, baik dari dalam daerah maupun wilayah Aceh lainnya. Kondisi ini membuat tingkat keramaian destinasi ikut berubah mengikuti kalender liburan.

“Rata-rata kan wisatawan kita itu hampir dominan itu wisatawan lokal. Jadi di masa bulan Januari sampai dengan bulan Maret kemarin itu adalah masa-masa bulan sepi,” kata Harry, Sabtu (24/10/2026).

Ia menjelaskan, kondisi pada awal tahun juga dipengaruhi dampak bencana banjir yang melanda Aceh pada 2025. Bencana tersebut turut memengaruhi aktivitas perjalanan dan pergerakan wisatawan ke sejumlah destinasi.

Situasi mulai berubah ketika memasuki periode libur hari raya. Menurut Harry, libur Idul Fitri dan Idul Adha kembali mendorong kedatangan wisatawan ke Sabang. Peningkatan itu turut membuka peluang bagi pelaku usaha pariwisata, termasuk penyedia penginapan dan layanan wisata lainnya.

“Kalau kita lihat lebih lanjut di libur Idul Fitri dan Idul Adha itu sudah mulai banyak kembali kunjungan wisatawan ke Kota Sabang,” ujarnya.

Selain libur hari raya, Natal dan Tahun Baru juga menjadi periode yang diharapkan mampu menggerakkan kembali aktivitas pariwisata. Pada masa tersebut, perjalanan wisata berpotensi meningkatkan kebutuhan akomodasi, transportasi, serta berbagai layanan pendukung bagi pengunjung.

Pola kunjungan yang mengikuti musim liburan menjadi tantangan tersendiri bagi pariwisata Sabang. Ramainya wisatawan pada waktu tertentu perlu diimbangi dengan upaya menjaga daya tarik destinasi agar aktivitas wisata tidak hanya terkonsentrasi pada periode libur panjang.

Karena itu, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan jumlah pengunjung. Upaya mendorong wisatawan tinggal lebih lama dan mengunjungi lebih banyak destinasi juga menjadi bagian penting agar perputaran ekonomi dapat dirasakan oleh lebih banyak pelaku usaha lokal.

Komentar0

Type above and press Enter to search.