
Pendangkalan kolam Balai Pasir menjadi perhatian karena kedalaman perairan berpengaruh terhadap akses kapal menuju dermaga.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Sabang, Zulfan, S.Pi., menjelaskan
bahwa kondisi kolam saat ini belum terlalu menghambat kapal nelayan berukuran
kecil. Kapal-kapal tersebut masih bisa merapat melalui sisi tertentu di kawasan
Balai Pasir.
Kendati demikian, kondisi itu berpotensi menjadi kendala bagi kapal
berukuran lebih besar yang membutuhkan kedalaman perairan memadai untuk
mendekati dermaga. Karena itu, pendangkalan perlu menjadi perhatian dalam
pengelolaan fasilitas tersebut.
Menurut Zulfan, keberadaan dermaga tidak serta-merta menjamin seluruh
aktivitas perikanan berjalan optimal. Kedalaman kolam, ruang gerak kapal,
hingga akses untuk kegiatan bongkar muat turut menentukan fungsi fasilitas di
kawasan tersebut.
Ia mengatakan, kebutuhan optimalisasi sarana perikanan telah beberapa kali
dibahas dan disampaikan kepada instansi terkait. Pembahasan itu mencakup
pentingnya pemeliharaan fasilitas agar dapat digunakan sesuai peruntukannya.
Namun, hingga kini belum ada informasi terperinci mengenai jadwal
pengerukan, kebutuhan anggaran, maupun hasil pengukuran terbaru kedalaman kolam
Balai Pasir. Instansi yang akan bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan
tersebut juga belum dipastikan berdasarkan keterangan yang tersedia.
Data teknis menjadi salah satu hal yang diperlukan untuk menentukan
penanganan pendangkalan. Pengukuran kedalaman kolam, kondisi akses menuju
dermaga, serta kebutuhan kapal yang beroperasi di kawasan itu dapat menjadi
dasar penyusunan rencana pengerukan.
Masukan dari nelayan juga penting untuk melengkapi gambaran kondisi di
lapangan. Informasi mengenai ukuran kapal yang dapat merapat, titik yang sulit
dilalui, serta kendala saat bongkar muat bisa membantu menentukan kebutuhan
penanganan secara lebih tepat.
Koordinasi antara instansi teknis dan pihak pengelola diperlukan untuk
memperjelas status fasilitas, pembagian tanggung jawab, serta tahapan
pemeliharaan yang akan dilakukan. Dengan demikian, perkembangan penanganan
pendangkalan dapat diketahui dan dipantau secara lebih terbuka.
Komentar0