TpCoGpCiTfO9GpY6GpOpBSdlTA==

DPRK Sabang Minta Konferensi Keperawatan Internasional Hasilkan Perubahan Nyata

Anggota DPRK Sabang Muhammad Ridwan berharap konferensi keperawatan internasional menghasilkan tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

KABARHI.ID | Sabang - Konferensi keperawatan internasional di Kota Sabang diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan dan pertemuan para tenaga kesehatan. Hasil pembahasan dalam forum tersebut perlu ditindaklanjuti agar manfaatnya dapat dirasakan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Anggota DPRK Sabang, Muhammad Ridwan, menilai konferensi berskala internasional menjadi kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk mempelajari perkembangan ilmu, teknologi, dan inovasi keperawatan dari berbagai kalangan.

“Pembahasan mengenai teknologi digital dalam keperawatan, misalnya, dapat membuka wawasan tentang cara meningkatkan efisiensi pelayanan tanpa mengabaikan keselamatan dan kebutuhan pasien,” kata Ridwan, Sabtu (10/10/2026).

Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh melalui forum ilmiah akan lebih bermakna apabila dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan kemampuan fasilitas kesehatan setempat. Karena itu, hasil konferensi perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan pelayanan kesehatan di Sabang.

Sebagai daerah kepulauan, Sabang memiliki kebutuhan layanan kesehatan yang perlu disesuaikan dengan kondisi geografis. Akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan, ketersediaan tenaga medis dan perawat, serta jangkauan pelayanan di wilayah yang jauh dari pusat kota menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan.

Pemanfaatan teknologi digital juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung pelayanan. Sistem pencatatan pasien secara elektronik, komunikasi antarfasilitas kesehatan, hingga konsultasi jarak jauh berpotensi membantu tenaga kesehatan bekerja lebih efektif jika didukung infrastruktur dan sumber daya manusia yang memadai.

Meski demikian, penerapan teknologi perlu disesuaikan dengan kesiapan fasilitas kesehatan dan tetap memperhatikan perlindungan data pasien. Inovasi digital juga tidak boleh mengesampingkan aspek keselamatan, ketepatan tindakan medis, serta komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien.

Di luar penguasaan teknologi, peningkatan kompetensi perawat tetap menjadi kebutuhan penting. Pelatihan berkelanjutan, pembaruan keterampilan klinis, dan kemampuan berkomunikasi dengan pasien maupun keluarga merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan.

Ridwan menilai, hasil konferensi dapat menjadi bahan pembahasan lebih lanjut antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dan DPRK Sabang. Pemetaan kebutuhan layanan serta peningkatan kapasitas tenaga keperawatan dapat menjadi bagian dari tindak lanjut yang disesuaikan dengan kondisi daerah.

Pada akhirnya, manfaat konferensi tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau luasnya jejaring profesional yang terbentuk. Penerapan pengetahuan, terbangunnya kerja sama, dan perbaikan pelayanan yang dirasakan masyarakat menjadi hal penting agar kegiatan tersebut memberikan kontribusi bagi sektor kesehatan di Kota Sabang.

Komentar0

Type above and press Enter to search.