TpCoGpCiTfO9GpY6GpOpBSdlTA==

Dispar Sabang Cari Cara agar Turis Asing Betah Lebih Lama

Wisatawan mancanegara menikmati destinasi wisata di Kota Sabang. Dinas Pariwisata berupaya mendorong turis asing memperpanjang masa tinggal di Pulau Weh.

KABARHI.ID | Sabang – Dinas Pariwisata Kota Sabang ingin wisatawan mancanegara tak sekadar datang untuk menikmati laut dan pantai, tetapi juga menghabiskan waktu lebih lama di Pulau Weh. Meski kedatangan turis asing disebut relatif stabil, memperpanjang masa tinggal hingga satu bulan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susetya, S.T., M.T., mengatakan jumlah wisatawan mancanegara yang datang setiap akhir pekan berkisar 300 hingga 600 orang. Menurutnya, pola kunjungan tersebut menunjukkan pasar wisatawan asing masih memiliki potensi untuk dikembangkan.

"Kalau wisatawan mancanegara justru malah itu yang paling stabil sekarang, karena weekend itu mereka sudah stabil, mulai dari 300-600 wisatawan yang datang setiap minggunya ke Sabang," kata Harry, Kamis (22/10/2026).

Namun, bagi Dinas Pariwisata, menjaga arus kedatangan saja belum cukup. Pemerintah ingin wisatawan asing yang sudah tiba di Sabang memiliki lebih banyak alasan untuk memperpanjang perjalanan mereka.

Harry menyebutkan, target masa tinggal sekitar satu minggu sejauh ini dinilai telah terpenuhi. Tantangan berikutnya adalah mendorong wisatawan agar bersedia menetap lebih lama, bahkan hingga satu bulan.

"Kalau untuk satu minggu, untuk wisatawan manca negara itu terpenuhi. Nah yang satu bulan ini yang menjadi PR kita," ujarnya.

Salah satu upaya yang didorong ialah memperbanyak pilihan aktivitas wisata. Sabang tidak hanya mengandalkan wisata bahari, tetapi juga berupaya mengembangkan agrowisata, tur keliling kota atau city tour, wisata kuliner, serta kunjungan ke berbagai destinasi lainnya.

Dengan pilihan tersebut, wisatawan diharapkan bisa menyusun agenda perjalanan yang lebih panjang. Mereka dapat bergantian menikmati kawasan laut, menjelajahi sudut kota, mengenal potensi pertanian, hingga mencicipi kuliner khas daerah.

Selain atraksi wisata, fasilitas pendukung juga dinilai berperan dalam menentukan lamanya seseorang tinggal di suatu destinasi. Harry menyinggung pengembangan layanan kesehatan, gedung olahraga atau GOR, serta agrowisata sebagai sejumlah sektor yang berpotensi mendukung target tersebut.

"Kalau memang nanti rumah sakit kita hidup, GOR-nya kita hidup, kemudian agrowisatanya kita hidup, jadi long stay-nya itu lebih lama lagi bisa di Sabang," kata Harry.

Pengembangan berbagai fasilitas dan aktivitas itu diharapkan membuat pengalaman wisata di Sabang semakin beragam. Wisatawan pun memiliki lebih banyak pilihan untuk mengisi waktu selama berada di Pulau Weh, tidak hanya dalam kunjungan singkat pada akhir pekan.

Jika masa tinggal wisatawan bertambah, peluang ekonomi bagi masyarakat juga berpotensi meluas. Pelaku usaha penginapan, transportasi, kuliner, UMKM, dan jasa wisata lainnya dapat memperoleh manfaat dari kebutuhan pengunjung selama berada di Sabang.

Dinas Pariwisata kini mendorong pengembangan atraksi dan fasilitas pendukung agar Sabang tak hanya menjadi tempat persinggahan wisatawan, tetapi juga destinasi untuk tinggal lebih lama.[DECO]

Komentar0

Type above and press Enter to search.