
Ketua Dekranasda Kota Sabang Nuri Farisal mendorong pengembangan desain ecoprint agar dapat menarik minat konsumen muda dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Ketua Dekranasda Kota Sabang, Nuri Farisal, mengatakan
pengrajin perlu mengikuti perkembangan tren agar produk berbahan motif alami
tersebut tetap diminati berbagai kelompok usia. Menurutnya, ecoprint kini tidak
hanya digunakan oleh kalangan ibu-ibu, tetapi juga mulai menarik perhatian
remaja.
“Harus kekinian juga karena saat ini bukan ibu-ibu saja
yang memakai ecoprint, tetapi para remaja juga. Jadi model-modelnya harus
kekinian juga. Semua kalangan masuk,” ujar Nuri.
Upaya memperluas pasar itu akan dilakukan melalui
sejumlah kegiatan promosi. Salah satunya bazar dan fashion show yang
direncanakan berlangsung pada 17 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diharapkan
menjadi kesempatan bagi pengrajin untuk menampilkan produk sekaligus
memperkenalkan variasi desain ecoprint kepada calon konsumen.
Produk yang dikembangkan pun tidak terbatas pada kain
bermotif daun. Pengrajin binaan Dekranasda Sabang telah menghasilkan berbagai
produk turunan, seperti pakaian jadi, tas, taplak meja, dan kerajinan lainnya.
Bagi Nuri, potensi tersebut perlu diikuti dengan
pengembangan desain dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Pengrajin
diharapkan mampu menghasilkan produk yang menarik secara visual tanpa menghilangkan
karakter ecoprint yang memanfaatkan bahan-bahan alami.
Promosi juga perlu menyasar masyarakat di Sabang
sendiri. Nuri menilai pengenalan produk di daerah asal penting dilakukan agar
semakin banyak warga mengetahui keberadaan kerajinan ecoprint yang dikembangkan
pengrajin lokal.
Di sisi lain, Dekranasda Sabang turut menyiapkan Gampong
Ie Meulee untuk mengikuti penilaian desa kerajinan tingkat Aceh pada 2027.
Gampong tersebut menjadi salah satu kawasan yang mendapatkan pembinaan
sepanjang 2026.
Persiapan itu tidak hanya berkaitan dengan keikutsertaan
dalam penilaian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan
pengrajin dan mutu produk. Kreativitas, desain, serta ciri khas kerajinan
menjadi aspek yang perlu terus dikembangkan.
Dekranasda berharap pembinaan dan promosi yang berjalan
beriringan dapat membuka peluang pasar bagi produk ecoprint Sabang. Jika
kualitas dan desain terus berkembang, kerajinan tersebut berpotensi menjadi
sumber penghasilan bagi pengrajin sekaligus memperkenalkan identitas kerajinan
lokal ke luar daerah.
Komentar0