
Suradji Junus menyampaikan pentingnya kompetensi klinis, penguasaan teknologi, dan keramahan dalam pelayanan keperawatan saat membuka AINC-9 di Sabang.
Pesan tersebut disampaikan Suradji saat membuka The 9th Aceh International Nursing Conference (AINC-9) Tahun 2026 di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang, Jumat (9/10/2026) siang.
Menurut Suradji, pasien yang datang ke rumah sakit tidak hanya membutuhkan penanganan medis untuk memulihkan kesehatannya. Sikap petugas selama proses pelayanan juga memengaruhi kenyamanan pasien ketika menjalani pemeriksaan maupun pengobatan.
“Perawat harus ramah dalam melayani pasien. Jangan sampai masyarakat datang ke rumah sakit untuk mendapatkan kesembuhan, tetapi justru merasa tidak nyaman karena sikap petugas yang kurang baik,” tegasnya.
Ia menilai, kualitas pelayanan keperawatan perlu dibangun melalui perpaduan antara keterampilan profesional, penguasaan teknologi, dan kemampuan memahami kondisi pasien. Ketiganya menjadi bekal penting bagi tenaga keperawatan dalam menghadapi kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang.
Suradji juga mendorong perawat agar mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam praktik sehari-hari. Penguasaan teknologi, menurutnya, perlu diarahkan untuk menghasilkan pelayanan yang lebih efektif dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“Jangan hanya menguasai teori, tetapi juga harus mampu mempraktikkannya. Penguasaan teknologi juga penting agar ilmu yang diperoleh bisa diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Hal tersebut sejalan dengan tema AINC-9, yakni “Advancing Sociotechnopreneurship in Nursing: Leveraging Digital Innovation and Global Networks for Community Health Resilience”. Konferensi ini membahas pengembangan keperawatan melalui inovasi digital, kewirausahaan sosial, dan jejaring global untuk memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat.
Suradji menyebutkan, pemanfaatan sistem informasi kesehatan, pengolahan data, hingga kecerdasan buatan dapat membuka peluang peningkatan mutu pelayanan. Teknologi tersebut juga berpotensi membantu memperluas akses kesehatan, terutama bagi masyarakat di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa penggunaan teknologi tidak boleh menggeser nilai kemanusiaan dalam praktik keperawatan. Perawat tetap dituntut memberikan pelayanan yang mengutamakan kepedulian, komunikasi yang baik, dan penghormatan terhadap kondisi pasien.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan Universitas Syiah Kuala, Fairuzzabadi, berharap konferensi tersebut menghasilkan kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi teknologi yang tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan.
AINC-9 mempertemukan akademisi, praktisi, peneliti, mahasiswa, organisasi profesi, serta narasumber dari dalam dan luar negeri. Pemerintah Kota Sabang berharap forum ini menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga keperawatan dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Komentar0