
Ketua DPRK Sabang Magdalena meminta DPRK, Pemko dan OPD terkait memperkuat koordinasi agar pembahasan Perubahan APBK 2026 selesai sesuai target.
Ketua DPRK Sabang Magdalena mengatakan, target penyelesaian itu membutuhkan
kerja sama antara legislatif, Pemerintah Kota Sabang dan organisasi perangkat
daerah (OPD) yang berkaitan dengan pembahasan anggaran.
Hal tersebut disampaikan Magdalena dalam Rapat Paripurna ke-7 Masa Sidang
III Tahun Sidang 2025-2026, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, waktu pembahasan yang tersedia perlu dimanfaatkan secara
efektif. Setiap tahapan yang sudah diagendakan diharapkan dapat berjalan sesuai
jadwal sehingga pembahasan perubahan APBK tidak mengalami keterlambatan.
Magdalena juga meminta pejabat dari OPD yang berkaitan langsung dengan
materi perubahan anggaran untuk aktif mengikuti proses pembahasan. Kehadiran
mereka dinilai diperlukan ketika DPRK membutuhkan penjelasan mengenai program
maupun anggaran yang dibahas.
Ia mengingatkan agar pejabat terkait tidak hanya hadir pada tahapan
tertentu, tetapi dapat berada di tempat selama proses pembahasan berlangsung
sesuai kebutuhan.
“Kami sangat mengharapkan partisipasi, dukungan dan kerja sama yang baik
dari semua pihak,” kata Magdalena.
DPRK Sabang selanjutnya akan membahas rancangan perubahan anggaran bersama
Badan Anggaran (Banggar) DPRK, Tim Anggaran Pemerintah Kota Sabang (TAPD) serta
OPD terkait.
Dalam pembahasan tersebut, berbagai komponen dalam Rancangan Perubahan APBK
2026 akan dicermati bersama. Pembahasan mencakup kebutuhan program, perubahan
alokasi anggaran serta penyesuaian belanja daerah yang diperlukan hingga akhir
tahun anggaran.
Target 30 September tersebut sekaligus menjadi batas waktu bagi seluruh
pihak untuk menyelesaikan pembahasan sesuai tahapan yang telah disusun. Karena
itu, koordinasi antarpihak menjadi salah satu hal yang ditekankan DPRK.
Magdalena berharap proses pembahasan tidak sekadar mengejar penyelesaian
secara administratif. Substansi setiap anggaran tetap perlu diperhatikan agar
keputusan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan daerah.
Menurutnya, perubahan APBK harus diarahkan untuk mendukung program yang
memiliki manfaat bagi masyarakat Kota Sabang. Karena itu, setiap usulan maupun
penyesuaian anggaran perlu dibahas secara cermat sebelum ditetapkan.
Komentar0