TpCoGpCiTfO9GpY6GpOpBSdlTA==

Nama Albina Dicatut untuk Jual Mobil dan Bawa-bawa Proyek Pemerintah

Albina Arrahman mengimbau masyarakat Sabang waspada terhadap nomor WhatsApp palsu yang mengatasnamakan dirinya.

KABARHI.ID | Sabang - Warga Kota Sabang diminta waspada terhadap nomor WhatsApp yang mengatasnamakan Wakil Ketua DPRK Sabang, Albina Arrahman. Nomor tersebut digunakan untuk menawarkan mobil dengan harga ratusan juta rupiah hingga membawa-bawa proyek pemerintah.

Albina memastikan nomor WhatsApp 0852-8480-4089 bukan miliknya. Ia juga menegaskan tidak pernah menggunakan nomor tersebut untuk menawarkan kendaraan, menghubungi masyarakat terkait transaksi, maupun meminta uang.

“Saya tegaskan bahwa nomor WhatsApp 0852-8480-4089 bukan nomor saya. Saya tidak pernah menggunakan nomor tersebut untuk menghubungi masyarakat, menawarkan kendaraan, maupun melakukan transaksi apa pun,” kata Albina, Kamis (24/9/2026).

Kasus tersebut terungkap setelah sejumlah percakapan WhatsApp beredar. Dalam percakapan itu, akun yang digunakan memasang foto Albina sebagai foto profil dan berkomunikasi dengan sejumlah warga seolah-olah merupakan Wakil Ketua DPRK Sabang.

Salah seorang warga yang dihubungi adalah Chandra Liem. Dalam percakapan tersebut, akun itu menawarkan satu unit Mitsubishi Pajero Sport Dakar matic 4x4 tahun 2024 dengan harga Rp600 juta.

Penawaran kendaraan tersebut kemudian dikaitkan dengan cerita mengenai akses terhadap proyek pemerintah. Dalam komunikasi yang beredar, pelaku mengaku memiliki anggota keluarga yang baru memenangkan tender di lingkungan Kantor Kejaksaan.

Narasi tersebut diduga digunakan untuk membuat penawaran yang disampaikan terlihat meyakinkan. Setelah komunikasi terbangun, calon pembeli kemudian diminta menyiapkan uang tanda jadi atau down payment dengan alasan untuk menghubungkan pembeli dengan pemilik kendaraan.

Albina membantah memiliki hubungan dengan penawaran tersebut. Ia juga membantah keterlibatan dirinya maupun keluarganya dengan cerita mengenai tender di lingkungan kejaksaan yang disampaikan melalui akun tersebut.

Menurut Albina, penggunaan foto dan nama pejabat untuk membangun kepercayaan calon korban dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Di sisi lain, tindakan tersebut juga berpotensi mencoreng nama pejabat dan lembaga yang namanya dicatut.

Dari tangkapan layar percakapan yang beredar, akun tersebut disebut tidak hanya menghubungi satu warga. Ada warga lain yang juga dihubungi dengan pola komunikasi serupa.

Albina meminta masyarakat tidak mudah percaya apabila mendapat pesan dari nomor yang mengatasnamakan dirinya. Terlebih jika komunikasi tersebut mulai mengarah pada permintaan uang, transaksi kendaraan atau barang bernilai tinggi, maupun tawaran yang berkaitan dengan proyek pemerintah.

“Saya mengimbau masyarakat Kota Sabang agar tidak percaya apabila ada pihak yang menghubungi menggunakan nomor tersebut dan mengatasnamakan saya, terlebih jika meminta uang atau melakukan transaksi,” ujarnya.

Ia meminta warga melakukan konfirmasi terlebih dahulu apabila menerima komunikasi yang mencurigakan. Masyarakat dapat menghubungi nomor yang selama ini diketahui sebagai kontak resminya atau mendatangi langsung kantor DPRK Sabang untuk memastikan informasi tersebut.

Langkah verifikasi dinilai penting agar warga tidak langsung mempercayai identitas seseorang hanya karena akun menggunakan nama dan foto pejabat.

Albina juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyerahkan uang sebelum memastikan pihak yang menghubungi benar-benar orang yang dimaksud dan transaksi yang ditawarkan memiliki dasar yang jelas.

“Kalau ada masyarakat yang menerima pesan atau komunikasi dari nomor tersebut, segera konfirmasi kepada saya. Jangan sampai ada masyarakat yang menjadi korban penipuan,” tegas Albina.[DECO]

Komentar0

Type above and press Enter to search.