TpCoGpCiTfO9GpY6GpOpBSdlTA==

Dua Traktor Bantuan Kementan yang Raib di Sabang Diduga Dijual

FOTO: Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam serahkan bantuan 2 unit traktor secara sombolis kepada kelompok tani di Sabang pada 29 Oktober 2025 lalu,

KABARHI.ID I - Sabang - Dua unit traktor bantuan Kementrian Pertanian untuk kelompok tani dilaporkan tidak lagi berada di Sabang.

Diduga kuat dua unit traktor roda empat tersebut sudah berpindah tangan alias dijual oleh seorang oknum yang bekerja di lingkungan Pendopo Wali Kota Sabang kepada oknum pembeli penada di Kabupaten Aceh Besar.

"Info itu benar sekali, dua traktor itu sudah dijual kepada pihak lain di Aceh Besar.
Mereka hanya berdalih saja bilang traktor disewa di sana.

Kami sudah cari tahu kebenaran tersebut.
Mulanya dibilang traktor disewa, setelah isu ini merebak, traktor itu dipinjam sama BIN, sebagai bentuk mengalihkan isu," ungkap sejumlah sumber yang berhasil dihimpun KabarHi.id yang meminta identitasnya jangan dipublikasikan.

Menurutnya, dua unit traktor dibawa ke luar dari Sabang diketahui setelah Idul Fitri 1447 Hijriah, atau sekitar Maret 2026. 

Tapi, traktor itu dipinjam pakai sama BIN sekitar Juni 2026 lalu untuk keperluan program swasembada pangan.
"Jadi sebenarnya tidak ada kaitan lagi dengan kelompok tani di Sabang.

Soal traktor itu dipinjam pakai sama BIN itu urusan mereka, tidak ada kaitannya dengan kelompok tani di Sabang.

Kami sangat berharap sekali masalah ini dapat segera diusut aparat hukum, biar jelas siapa pelaku sebenarnya," ujarnya.    

Seperti diketahui sebelumnya, dua unit traktor bantuan dari Kementrian Pertanian itu diserahkan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang kepada Organisasi Tani Merdeka pada 29 Oktober 2025, yang diserahkan langsung secara simbolis oleh Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam. Selanjutnya, alat pertanian itu diserahkan kepada dua kelompok tani, masing-masing Kelompok Tani Setia Kawan di Gampong Paya Seunara dan Kelompok Tani Beuna Usaha di Gampong Balohan.

Awal mula terbongkarnya persoalan keberadaan traktor itu terkuak saat seorang petani mendatangi Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang untuk menyewa salah satu traktor. 

Pihak dinas kemudian berupaya memfasilitasi permintaan tersebut dengan menghubungi kelompok tani yang menerima alat pertanian dimaksud.

Namun, dari proses itulah muncul informasi bahwa dua traktor itu ternyata sudah tidak berada di wilayah Kota Sabang.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Faisal Azwar, ketika dikonfirmasi awak media mengakui telah mendengar informasi mengenai keberadaan traktor yang disebut-sebut berpindah ke Aceh Besar.

Namun, Faisal mengatakan dirinya belum mengetahui secara pasti persoalan karena baru dilantik menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang.

“Kebetulan saya Plt Kepala Bappeda, jadi lagi sibuk mengurusi KUA-PPAS. Belum fokus di Dinas Pertanian,” ujarnya.(Assaba)

Komentar0

Type above and press Enter to search.