KABARHI.ID I Jakarta - Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) didorong menjadi pusat logistik dan perdagangan internasional. Hal tersebut memungkinkan mengingat tata kelola BP Sabang yang dikelola secara profesional.
Menurut Anggota Komisi VI DPR, Doni Akbar, Sabang memiliki posisi yang sangat strategis dalam geopolitik lokal dan internasional. Ia mendorong BPKS bertransformasi menjadi lembaga yang profesional, kompetitif, dan mampu menarik investasi berkualitas.
"BPKS harus fokus pada penguatan tata kelola kelembagaan yang lebih profesional, transparan, dan adaptif terhadap dinamika ekonomi global. Langkah tersebut menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kepercayaan investor sekaligus mempercepat pengembangan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang," ujar Doni, Senin (20/7/2026).
Dengan tata kelola yang baik, BP Sabang dapat dioptimalkan dengan menggabungkan keunggulan maritim, geografis, perdagangan, dan pusat logistik internasional.
"Transformasi BPKS tidak hanya berorientasi pada perbaikan kelembagaan, tetapi juga diarahkan untuk mengoptimalkan potensi Sabang sebagai pusat perdagangan, logistik, pariwisata, perikanan, kelautan, ekonomi maritim dan pelabuhan internasional. Potensi tersebut jika dikembangkan niscaya menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru,"ujarnya
Doni juga menekankan, keberhasilan transformasi BPKS membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi yang solid dipercaya mendorong terwujudnya ekosistem investasi yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
"Kami di Komisi VI berkomitmen mendukung rencana dan strategi pengembangan dengan memperhatikan kejelasan dan detailnya program yang disusun. Saya cukup optimistis BPKS dapat berkembang menjadi kawasan ekonomi yang semakin maju, mampu menarik investasi, serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.(Sumber: detik.News)
Komentar0