TpCoGpCiTfO9GpY6GpOpBSdlTA==

DPRK Sabang Soroti Paket Strategis Kesehatan 2026, Minta Proyek Tak Terlambat

DPRK Sabang meminta sejumlah paket strategis kesehatan 2026 segera direalisasikan agar peningkatan fasilitas dan layanan RSUD dapat segera dirasakan masyarakat.

KABARHI.ID | Sabang – Sejumlah proyek strategis sektor kesehatan masuk dalam program Pemerintah Kota Sabang tahun anggaran 2026. DPRK Sabang meminta seluruh kegiatan tersebut segera direalisasikan dan tidak tersendat di tengah jalan.

Ketua Komisi IV DPRK Sabang, Muhammad Ridwan, mengatakan pembenahan fasilitas kesehatan menjadi salah satu kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, pelaksanaan program tidak cukup hanya ditopang anggaran, tetapi juga harus dikawal dari sisi waktu dan kualitas.

"Kami mendorong agar seluruh paket strategis ini segera direalisasikan sesuai perencanaan. Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar jadi tidak boleh ada proses yang berlarut-larut. Kami pastikan kualitasnya juga harus sesuai standar," kata Ridwan, Senin (27/4/2026).

Paket kegiatan tersebut ditetapkan Pemerintah Kota Sabang melalui Surat Keputusan Wali Kota Sabang Nomor 000.3/88/2026. Sejumlah anggaran diarahkan untuk memperkuat sarana dan prasarana medis, terutama di RSUD Kota Sabang.

Salah satu yang mendapat alokasi terbesar adalah pengadaan alat kesehatan dengan nilai sekitar Rp18,3 miliar. Penambahan peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan RSUD dalam menangani kebutuhan medis masyarakat.

Dengan fasilitas yang lebih lengkap, rumah sakit daerah juga diharapkan mampu mengurangi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan layanan tertentu di luar Sabang.

Selain alat kesehatan, terdapat anggaran sekitar Rp2,6 miliar untuk rehabilitasi ringan gedung negara, termasuk ruang layanan jantung atau Cathlab. Kegiatan tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Pemko Sabang juga menyiapkan sekitar Rp2,7 miliar untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sementara pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) mendapat alokasi sekitar Rp2,9 miliar, yang juga bersumber dari DAK.

Untuk pembangunan lanjutan Gedung RSUD Kota Sabang, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp3,8 miliar dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

Ridwan mengatakan banyaknya anggaran yang digelontorkan untuk sektor kesehatan harus diikuti hasil yang dapat dirasakan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari selesainya pembangunan atau bertambahnya peralatan rumah sakit.

"Yang paling penting adalah bagaimana semua fasilitas yang dibangun dan peralatan yang dibeli itu benar-benar mendukung pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Karena itu, Komisi IV DPRK Sabang akan ikut mengawasi pelaksanaan paket-paket tersebut, termasuk mutu pekerjaan dan proses pengadaan. DPRK meminta setiap kegiatan berjalan sesuai perencanaan dan standar yang telah ditetapkan.

Pembenahan fasilitas kesehatan itu menjadi bagian dari program Smart Living yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses pelayanan kesehatan yang lebih memadai.

Dengan sejumlah paket strategis tersebut, kapasitas RSUD Kota Sabang diharapkan semakin kuat. DPRK meminta proses pelaksanaannya tidak berlarut agar manfaat investasi pemerintah di sektor kesehatan dapat segera dirasakan masyarakat.[DECO]

Komentar0

Type above and press Enter to search.