![]() |
| Produk eco print karya pelaku ekonomi kreatif Sabang yang memanfaatkan motif alami dari daun dan tanaman lokal.(RRI Diah) |
Eco print merupakan teknik pewarnaan kain menggunakan bahan alami seperti daun, bunga, dan berbagai jenis tanaman. Metode ini menghasilkan motif yang unik pada setiap lembar kain tanpa bergantung pada penggunaan bahan kimia berlebihan.
Di Kota Sabang, sejumlah pelaku usaha kreatif mengembangkan teknik tersebut menjadi berbagai produk suvenir dan fesyen. Hasilnya antara lain berupa syal, tas, pakaian, hingga aksesori kain yang mengangkat motif dari kekayaan flora tropis Pulau Weh.
Keunikan corak yang tidak pernah sama pada setiap produk menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan. Selain itu, identitas lokal yang tercermin dari penggunaan tanaman khas daerah turut memberikan nilai tambah bagi produk yang dihasilkan.
Pelaku usaha menyebutkan minat wisatawan asing terhadap produk eco print terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya tertarik pada keindahan motifnya, wisatawan juga mengapresiasi proses produksi yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan.
Tren tersebut sejalan dengan perkembangan pariwisata global yang semakin mendorong penggunaan produk berkelanjutan dan mendukung pemberdayaan masyarakat lokal. Bagi sebagian wisatawan, produk eco print menjadi pilihan suvenir yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung cerita tentang budaya dan lingkungan daerah yang dikunjungi.
Pengembangan kerajinan eco print juga dinilai menjadi sarana memperkenalkan kekayaan alam Sabang kepada wisatawan. Berbagai jenis daun dan tanaman lokal yang digunakan dalam proses produksi turut memperlihatkan keanekaragaman hayati yang dimiliki Pulau Weh.

Komentar0