TpCoGpCiTfO9GpY6GpOpBSdlTA==

Imbas Kapal Tenggelam, Tgk Agam Kritik Keras Distributor Elpiji: "Jika Tak Sanggup Lebih Baik Mundur!"

Ketua Komisi VI DPRA Nazaruddin S.I.Kom.

KABARHI.ID Banda Aceh  - Isu kelangkaan Gas Elpiji pasca tenggelamnya kapal pengangkut tabung Elpiji di perairan Banda Aceh memantik reaksi keras dari parlemen. Anggota DPR Aceh asal pemilihan Sabang, Nazaruddin yang akrab disapa Tgk Agam, melontarkan kritik pedas kepada pihak agen dan distributor Elpiji yang melayani kebutuhan masyarakat Kota Sabang.

Ia menegaskan, urusan isi dapur masyarakat tidak boleh dikelola asal-asalan dengan hanya mengejar keuntungan bisnis semata. Sementara aspek pelayanan publik dan keselamatan pelayaran justru diabaikan.

Politisi senior Partai Aceh ini mengaku sangat kecewa karena insiden kelayakan armada angkut ini bukan pertama kali terjadi, melainkan sudah dua kali terjadi di bawah distributor yang sama. 
Kondisi kapal yang dinilai tidak layak operasi sebenarnya sudah berulang kali ia ingatkan kepada pihak terkait.

"Saya sudah berkali-kali ingatkan, jangan hanya cari untung dari distribusi Elpiji ke Sabang tapi mengabaikan kesiapan kapal dan keselamatan operasional. 
Ini sudah dua kali kejadian dengan armada yang sama. Kalau memang tidak sanggup menjadi distributor, lebih baik mundur! Jangan dipaksakan dan jangan masyarakat Sabang yang terus-menerus dijadikan korban," tegas Tgk Agam kepada awak media, Selasa (9/6/2026).

Sebagai Ketua Komisi VI DPR Aceh, Tgk Agam mengingatkan gangguan distribusi Elpiji di daerah kepulauan seperti Sabang memiliki efek domino yang sangat berbahaya. 
Korbannya bukan perusahaan besar melainkan para pelaku usaha mikro dan pariwisata yang menjadi urat nadi ekonomi Sabang.

"Pedagang nasi, warung kopi, usaha kuliner rumahan, mereka semua bergantung pada kebutuhan Gas Elpiji setiap hari. Begitu pasokan macet, penghasilan mereka juga ikut terganggu," tambah Tgk Agam.

Lebih jauh, Ia mengkhawatirkan citra Sabang sebagai destinasi wisata internasional akan tercoreng jika momentum kunjungan wisatawan terganggu akibat warung makan yang tutup karena kehabisan gas. 

"Jangan sampai wisatawan datang ke Sabang, lalu menemukan banyak rumah makan tutup hanya gara-gara gas tidak tersedia. Ini menyangkut nama baik daerah kita," tambahnya.

Mengingat tabung elpiji adalah barang dengan risiko tinggi, Tgk Agam meminta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta instansi teknis lainnya tidak tinggal diam. Pemeriksaan kelaikan laut terhadap kapal atau boat pengangkut tabung Elpiji itu, wajib diperketat.

"Saya minta Syahbandar ikut memantau secara serius. Kapal layak atau tidak, periksa betul-betul.

Apakah kapal tersebut masih memiliki sertifikat yang berlaku dan memperoleh SPB dari Syahbandar? Karena ini taruhannya adalah keselamatan pelayaran dan hajat hidup masyarakat banyak," terangnya.(Handa)

Komentar0

Type above and press Enter to search.