
Sentra produksi bakpia menghadirkan aktivitas edukatif yang memperkenalkan kuliner khas Sabang kepada pengunjung.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan wisata berbasis pengalaman yang semakin diminati wisatawan. Tidak hanya membawa pulang produk jadi, pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat proses produksi yang berlangsung di dapur pembuatan bakpia.
Dalam kegiatan yang dikemas melalui konsep live cooking, wisatawan diajak menyaksikan berbagai tahapan pembuatan bakpia, mulai dari pengolahan adonan, pengisian bahan, hingga proses pemanggangan. Pengalaman tersebut memberi kesempatan bagi pengunjung untuk melihat secara langsung bagaimana produk khas Sabang itu dibuat.
Selain menyaksikan proses produksi, wisatawan juga dapat mencoba membuat bakpia dengan pendampingan tenaga produksi. Aktivitas ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi keluarga maupun rombongan yang ingin menikmati pengalaman berbeda selama berlibur di Pulau Weh.
Pelaku usaha kuliner menilai konsep wisata berbasis pengalaman memiliki potensi besar untuk memperkuat daya saing produk lokal. Melalui interaksi langsung dengan proses produksi, wisatawan tidak hanya mengenal produk yang dibeli, tetapi juga memahami proses dan keterampilan yang terlibat dalam pembuatannya.
Program tersebut juga membuka ruang edukasi bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat bahan baku dan teknik pengolahan yang digunakan. Dengan demikian, wisatawan dapat memperoleh pengalaman yang lebih lengkap dibandingkan sekadar membeli oleh-oleh di pusat penjualan.
Pengembangan wisata kuliner interaktif dinilai dapat melengkapi ragam atraksi yang tersedia di Sabang. Selama ini, daerah tersebut lebih dikenal dengan pantai, snorkeling, dan wisata bawah laut, sehingga kehadiran aktivitas berbasis kuliner memberikan pilihan baru bagi wisatawan.
Komentar0