Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya aktivitas wisata di berbagai destinasi bahari yang menjadi andalan Pulau Weh. Sejumlah layanan seperti snorkeling, penyelaman, wisata kapal, hingga aktivitas rekreasi laut lainnya diperkirakan akan mengalami peningkatan permintaan selama periode liburan.
Sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia, Sabang setiap tahunnya menjadi tujuan wisatawan yang ingin menikmati keindahan bawah laut dan panorama pesisir. Karena itu, aspek keselamatan dinilai harus menjadi perhatian utama seluruh pelaku usaha yang terlibat dalam pelayanan wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, mengatakan kesiapan operator wisata tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kepada wisatawan, tetapi juga menyangkut penerapan standar keamanan yang harus dijalankan secara konsisten.
"Keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas utama. Kami mengingatkan seluruh operator wisata bahari untuk memastikan setiap layanan berjalan sesuai SOP, termasuk kesiapan peralatan, armada, serta sumber daya manusia yang bertugas di lapangan," kata Harry Susethia.
Menurutnya, pemeriksaan perlengkapan keselamatan dan kelayakan armada perlu dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh aktivitas wisata berlangsung dengan aman. Selain itu, pemandu wisata juga diharapkan mampu memberikan arahan yang jelas kepada wisatawan sebelum kegiatan dimulai.
"Peningkatan kunjungan wisatawan harus diimbangi dengan kualitas pelayanan dan standar keselamatan yang baik. Dengan demikian, wisatawan dapat menikmati pengalaman berwisata yang aman, nyaman, dan berkesan selama berada di Sabang," ujarnya.
Dinas Pariwisata juga menilai kemampuan tenaga pendamping dalam menghadapi situasi darurat menjadi faktor penting dalam mendukung keamanan aktivitas wisata. Kehadiran pemandu yang kompeten diyakini dapat membantu meminimalkan risiko sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap layanan yang diberikan.
.jpeg)
Komentar0