Penyesuaian operasional destinasi wisata tersebut merupakan tradisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di sejumlah kawasan wisata Sabang. Pada momen Iduladha, masyarakat umumnya memusatkan perhatian pada pelaksanaan salat hari raya, penyembelihan hewan kurban, hingga kegiatan kebersamaan di lingkungan gampong.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, mengatakan penghentian sementara aktivitas wisata merupakan kesepakatan yang telah lama diterapkan masyarakat setiap perayaan Iduladha.
"Penutupan sementara destinasi wisata saat Iduladha merupakan tradisi yang sudah berlangsung lama di sejumlah kawasan wisata. Pemerintah Kota Sabang menghormati kebiasaan tersebut sebagai bagian dari nilai budaya dan kehidupan sosial masyarakat setempat," kata Harry Susethia.
Menurutnya, penutupan berlangsung pada hari pertama dan kedua Iduladha, yakni 27 hingga 28 Mei 2026. Seluruh destinasi yang terdampak akan kembali beroperasi dan menerima kunjungan wisatawan pada hari ketiga lebaran setelah pelaksanaan salat Jumat.
"Kami telah menyampaikan informasi ini lebih awal agar wisatawan dapat menyesuaikan jadwal perjalanan selama libur Iduladha. Destinasi wisata akan kembali dibuka sesuai jadwal yang telah disepakati masyarakat," ujarnya.
Beberapa objek wisata yang menyesuaikan operasional selama Iduladha antara lain kawasan Kilometer Nol Indonesia, Pantai Teupin Layeu, Pantai Gapang, sejumlah destinasi di kawasan Iboih, serta Pantai Anoi Itam.
Meski sejumlah objek wisata tutup sementara, Dinas Pariwisata memperkirakan kunjungan wisatawan ke Sabang tetap meningkat selama libur panjang Iduladha. Karena itu, wisatawan diimbau memperhatikan informasi operasional destinasi sebelum menyusun agenda perjalanan.

Komentar0