KABARHI.ID I Jakarta - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sempat menahan seorang penjaga perdamaian di Lebanon Selatan (UNIFIL) usai memblokir konvoi logistik. Prajurit tersebut kemudian dibebaskan kurang dari satu jam setelah intervensi pihak UNIFIL.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (7/4) malam waktu setempat.
“IDF menahan seorang penjaga perdamaian UNIFIL setelah memblokir konvoi logistik. Setelah adanya kontak langsung dan segera oleh Kepala Misi dan Komandan Pasukan UNIFIL serta Cabang Penghubung kami, penjaga perdamaian tersebut dibebaskan dalam waktu kurang dari satu jam,” jelas UNIFIL dalam pernyataan tertulis, Rabu (8/4) WIB dini hari.
UNIFIL menegaskan, setiap penahanan terhadap penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Setiap bentuk gangguan terhadap pekerjaan penjaga perdamaian juga merupakan pelanggaran terhadap Resolusi 1701.
“Kami mengharapkan penghormatan penuh terhadap status terlindungi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa oleh semua pihak, serta agar semua pihak menahan diri dari mengganggu kebebasan bergerak mereka dalam bentuk apa pun,” tegas UNIFIL.
Prajurit dari Negara Mana?
UNIFIL tidak menyebutkan dari kontingen negara mana prajurit yang sempat ditahan IDF tersebut. Sejauh ini baru Angkatan Bersenjata Irlandia yang memberikan pernyataan, dengan menegaskan seluruh personelnya dalam kondisi lengkap.
“Menindaklanjuti penahanan seorang penjaga perdamaian UNIFIL sebelumnya hari ini, Angkatan Bersenjata Irlandia dapat memastikan bahwa seluruh personel Irlandia yang dikerahkan di Lebanon Selatan dalam keadaan selamat dan tercatat lengkap," ungkap mereka dalam pernyataan tertulis.
Sekilas UNIFIL
UNIFIL didirikan pada 19 Maret 1978 melalui Resolusi DK PBB 425 dan 426 sebagai respons atas invasi Israel ke Lebanon selatan (Operation Litani). Tujuannya saat itu mengawasi penarikan mundur militer Israel dan menciptakan perdamaian.
Pada 16 Maret 2026, Israel kembali melancarkan operasi darat di Lebanon selatan. Pasukan IDF telah masuk cukup dalam ke wilayah negara tetangganya itu, menduduki beberapa posisi, dan berniat mempertahankan kendali di sebagian wilayah Lebanon hingga Sungai Litani. (Sumber : KUMPARAN)


Komentar0