KABARHI.ID | Sabang – Pemerintah Kota Sabang terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola data di tingkat akar rumput demi pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Komitmen ini ditegaskan melalui peresmian program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang melibatkan kolaborasi intensif dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sabang. Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan transparansi dan akurasi informasi dari level gampong hingga pusat.
Acara yang berlangsung di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang tersebut, dihadiri langsung oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Sabang, Kamaruddin. Kehadirannya mewakili otoritas daerah menunjukkan betapa pentingnya peran statistik dalam merumuskan kebijakan publik yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi tonggak awal bagi transformasi administrasi data di wilayah kepulauan tersebut.
Selain pencanangan Desa Cantik, agenda utama lainnya adalah Sosialisasi Pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Penggunaan data tunggal dianggap sebagai solusi atas permasalahan tumpang tindih informasi yang sering terjadi dalam penyaluran bantuan sosial maupun program pemberdayaan. Dengan satu basis data yang tervalidasi, pemerintah dapat memastikan bahwa setiap intervensi sosial benar-benar sampai kepada yang berhak.
Kamaruddin dalam penyampaiannya menekankan bahwa literasi statistik di tingkat desa harus ditingkatkan agar perangkat desa tidak hanya menjadi objek pendataan, tetapi juga subjek yang mengerti cara mengelola data. Desa Cantik dirancang untuk membekali aparatur gampong dengan kemampuan teknis dalam menghimpun dan menganalisis potensi wilayahnya sendiri secara ilmiah.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sabang bertindak sebagai pendamping teknis yang akan memastikan standarisasi data di setiap desa berjalan sesuai protokol nasional. Sinergi ini krusial untuk mengintegrasikan data lokal ke dalam sistem informasi yang lebih besar, sehingga profil sosial-ekonomi Sabang dapat dipetakan dengan detail yang lebih tajam dan terkini.
Implementasi DTSEN juga diharapkan dapat meminimalisir kesalahan target dalam perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang. Dengan data yang sinkron, koordinasi antar instansi pemerintah akan menjadi lebih efisien, hemat waktu, dan hemat biaya. Hal ini menjadi salah satu prioritas reformasi birokrasi yang tengah digalakkan di lingkungan Pemerintah Kota Sabang.
Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan harapan agar seluruh pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan gampong dapat menyambut baik inisiatif ini. Kesadaran akan pentingnya statistik diharapkan tumbuh menjadi budaya kerja baru, di mana setiap keputusan diambil berdasarkan fakta dan angka yang akurat, guna mewujudkan Sabang yang lebih maju dan terintegrasi secara digital.[DECO]

Komentar0