Kedua aktivis itu adalah Saif Abu Keshek, warga Spanyol keturunan Palestina, dan Thiago Ávila asal Brasil.
Mereka termasuk dalam rombongan puluhan aktivis GSF yang dicegat angkatan laut Israel di perairan internasional dekat Yunani pada 30 April lalu.
"Saif Abu Keshek dan Thiago Avila, dari flotilla provokasi, telah dideportasi hari ini dari Israel," tulis Kemlu Israel di platform X setelah proses penyelidikan selesai.
Israel juga menegaskan tidak akan membiarkan adanya upaya pelanggaran terhadap blokade Gaza.
Sementara aktivis lain yang berada di kapal dibawa ke Pulau Kreta dan kemudian dibebaskan, Abu Keshek dan Ávila sempat dibawa ke Israel untuk menjalani pemeriksaan.
Sebelumnya, Spanyol, Brasil, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak pembebasan keduanya.
Pada Rabu (6/5) lalu, pengadilan Israel juga menolak gugatan atas penahanan mereka. Kelompok hak asasi manusia (HAM) yang mendampingi kedua aktivis menyebut putusan itu "tidak sah".

Flotilla tersebut berlayar dari Prancis, Spanyol, dan Italia dengan tujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan serta menembus blokade Israel di Gaza.
Israel telah memblokade Gaza sejak 2007 dan mengontrol seluruh akses masuk ke wilayah tersebut. Sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023, wilayah itu berkali-kali mengalami kekurangan pasokan bantuan kemanusiaan. (Sumber : Kumparan)
Komentar0