
Sekda Sabang, warga bersama pengurus BUMG memanen jagung pipil hasil garapan lahan satu hektare di Kecamatan Sukajaya.
KABARHI.ID | Sabang - Pemerintah Kota Sabang mulai mendorong penguatan sektor pertanian berbasis gampong sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan. Hal ini terlihat dari panen perdana jagung pipil yang digarap Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Tahareukat di Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya.
Panen awal tersebut menghasilkan sekitar dua ton jagung dari lahan seluas satu hektare. Capaian ini dinilai menjadi titik awal yang menjanjikan bagi pengembangan komoditas pertanian di wilayah kepulauan tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman, yang hadir langsung dalam kegiatan itu menyebut hasil panen menunjukkan potensi besar sektor pertanian lokal. Meski belum maksimal, produksi awal ini dianggap sebagai langkah penting.
Menurutnya, kebutuhan bahan baku pakan ternak di Sabang terus meningkat, sehingga pengembangan jagung pipil memiliki prospek yang cukup luas. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memberikan dukungan agar produksi bisa ditingkatkan.
“Ini baru permulaan. Ke depan kita dorong dengan bantuan bibit dan kolaborasi lintas pihak agar hasilnya lebih optimal,” ujar Andri, Selasa (28/4/2026).
Program ini digagas oleh BUMG Tahareukat dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Proses pengelolaan lahan dilakukan secara gotong royong sejak tahap awal hingga masa panen, dengan melibatkan sekitar 20 warga.
Keuchik Gampong Balohan, Abdullah Imum, mengatakan program tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi desa. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.[DECO]
Komentar0