![]() |
| ist |
KABARHI.ID | Sabang – Kabar cukup positif datang dari ujung barat Indonesia. Kota Sabang berhasil menempati peringkat kedua sebagai daerah dengan kualitas infrastruktur terbaik di Aceh dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025.
Data yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional menunjukkan, Sabang meraih skor 3,31. Posisinya berada tepat di bawah Kabupaten Aceh Besar yang mencatat skor 3,45, sekaligus mengungguli Kota Banda Aceh dengan skor 3,30 dan Kabupaten Bireuen di angka 3,22.
Capaian ini menandakan kualitas infrastruktur Sabang dinilai cukup kuat dalam menopang aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. Mulai dari konektivitas wilayah hingga fasilitas dasar, semuanya ikut menjadi penilaian dalam indeks tersebut.
Sebagai informasi, IDSD sendiri merupakan instrumen untuk mengukur daya saing daerah dari berbagai sisi, termasuk pilar infrastruktur. Penilaiannya mencakup akses transportasi, ketersediaan sarana publik, hingga dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Sabang memang terlihat cukup agresif membangun. Penguatan akses transportasi, pengembangan kawasan wisata, hingga peningkatan layanan dasar terus digenjot untuk memperkuat posisi Sabang sebagai daerah strategis.
Namun di balik capaian itu, ada catatan yang tak bisa diabaikan. Biaya pembangunan di Sabang masih tergolong tinggi. Hal ini terlihat dari Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) yang mencapai 102,83 pada 2025, salah satu yang tertinggi di Aceh.
Artinya, ke depan pemerintah daerah perlu lebih cermat. Menjaga kualitas infrastruktur tetap penting, tapi efisiensi anggaran juga tidak kalah krusial agar pembangunan benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat, bukan sekadar bagus di atas kertas.[DECO]

Komentar0