TpCoGpCiTfO9GpY6GpOpBSdlTA==

Harga Plastik di Sabang Melonjak hingga 80 Persen, Pedagang dan UMKM Terpukul

Harga Plastik di Sabang Melonjak hingga 80 Persen, Pedagang dan UMKM Terpukul (ist)

KABARHI.ID | Sabang - Kenaikan harga plastik di Kota Sabang kian dirasakan pelaku usaha, mulai dari pedagang bahan kemasan hingga pengusaha kuliner. Lonjakan harga disebut mencapai 70 hingga 80 persen, bahkan disertai kelangkaan barang di tingkat distributor.

Seorang penjual plastik di kawasan Jalan Perdagangan, Hendrik, mengatakan hampir semua jenis plastik mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini mulai terasa setelah Idulfitri dan hingga kini harga belum menunjukkan tanda-tanda stabil.

“Harga sekarang naik sekitar 70 sampai 80 persen. Selain mahal, barangnya juga sulit didapat karena harus antre dari distributor,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan pasokan diduga akibat produksi pabrik yang belum optimal karena kendala bahan baku. Tingginya permintaan dari berbagai daerah di Aceh juga membuat distribusi semakin tersendat.

Kondisi ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Banyak pelanggan yang sebelumnya membeli dalam jumlah besar kini mulai mengurangi pembelian untuk menekan biaya operasional.

Keluhan serupa disampaikan Meisina, seorang pedagang kuliner di Sabang. Ia mengaku harga plastik yang sebelumnya Rp4.000 kini melonjak menjadi Rp8.000 per kemasan. Meski begitu, ia memilih tidak menaikkan harga jual makanan dan menyiasatinya dengan mengurangi penggunaan plastik.

Kenaikan harga ini diduga tidak lepas dari faktor global, termasuk meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia. Sebagai bahan baku utama plastik, kenaikan harga minyak berdampak langsung pada biaya produksi hingga distribusi, yang akhirnya dirasakan oleh pelaku usaha di daerah.[DECO]

Komentar0

Type above and press Enter to search.