.jpeg)
Warga menikmati suasana ngabuburit di kawasan Benteng Jepang Sabang Fair menjelang waktu berbuka puasa.
KABARHI.ID | Sabang - Sore hari di kawasan Benteng Jepang Sabang Fair, Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, Sabang, berubah menjadi ruang berkumpul warga yang ingin menghabiskan waktu ngabuburit bersama keluarga.
Hamparan rumput yang menghadap langsung ke laut dipenuhi pengunjung. Mereka datang dengan tikar sederhana, duduk santai sambil menikmati angin pantai dan menunggu momen matahari terbenam.
Langit perlahan berubah warna menjadi keemasan, berpadu dengan siluet perbukitan di kejauhan. Suasana terasa tenang, namun tetap hidup oleh suara anak-anak yang berlarian dan percakapan ringan antar keluarga. Nuansa Ramadan pun terasa kental di salah satu sudut favorit warga ini.
Jupriandi, warga asal Iboih, mengaku memilih lokasi ini karena kenyamanan dan suasananya yang terbuka. Ia datang bersama keluarga untuk menikmati waktu menjelang berbuka.
“Ini sudah kedua kali saya ngabuburit di sini. Tempatnya nyaman, terbuka, dan pemandangannya bikin rileks,” ujarnya saat ditemui, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, ada daya tarik tersendiri yang membuat kawasan ini selalu ramai saat Ramadan. Selain bisa menikmati panorama laut, suasana kebersamaan juga menjadi alasan utama.
“Di sini kita bisa menunggu berbuka sambil lihat pemandangan. Ramai juga, jadi lebih terasa suasananya. Kalau mau cari makanan juga dekat,” katanya.
Di sekitar kawasan Sabang Fair, pedagang takjil musiman turut meramaikan suasana. Beragam menu seperti minuman segar, gorengan, hingga kue tradisional tersedia bagi pengunjung yang ingin berbuka di lokasi.
Kehadiran pedagang ini tidak hanya memudahkan warga, tetapi juga menggerakkan ekonomi kecil masyarakat selama bulan Ramadan.
Jupriandi menilai suasana Ramadan tahun ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Ia hanya merasakan perbedaan pada kondisi cuaca yang lebih panas.
“Kalau suasananya hampir sama, cuma cuaca saja yang terasa lebih panas,” ujarnya.
Menjelang azan Magrib, suasana semakin hangat. Warga mulai membuka bekal, sementara beberapa keluarga terlihat saling berbagi makanan dengan pengunjung lain di sekitarnya.
Dengan latar matahari terbenam yang memantulkan cahaya jingga di permukaan laut, kawasan ini kembali menegaskan daya tariknya. Perpaduan nilai sejarah, panorama alam, dan kebersamaan menjadikan Benteng Jepang Sabang Fair bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga ruang sosial yang hidup setiap Ramadan.[DIRMAN]
Komentar0