TpCoGpCiTfO9GpY6GpOpBSdlTA==

Diskominfotiksa Sabang: Mendorong Transformasi Digital dan Menguatkan Transparansi Pemerintahan

Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Sabang menggelar Forum Koordinasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi

PERKEMBANGAN teknologi digital yang begitu cepat membawa perubahan besar dalam cara pemerintah melayani masyarakat. Di era keterbukaan informasi seperti saat ini, pemerintah daerah tidak hanya dituntut bekerja secara efektif, tetapi juga mampu menyampaikan setiap kebijakan secara transparan, cepat, dan akurat kepada publik.

Di Kota Sabang, peran strategis tersebut berada di tangan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksa). Instansi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengelola informasi pemerintah, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam pembangunan ekosistem digital pemerintahan.

Diskominfotiksa kini memegang peran penting dalam memastikan seluruh sistem informasi pemerintahan berjalan terintegrasi, mendukung pelayanan publik yang efisien, serta menjaga keamanan data pemerintah daerah.

Transformasi digital yang terus berkembang menjadikan Diskominfotiksa sebagai salah satu pilar penting dalam tata kelola pemerintahan modern di Kota Sabang.

Fondasi Transformasi Digital Pemerintahan

Transformasi digital tidak lagi menjadi pilihan bagi pemerintah daerah, melainkan sebuah kebutuhan untuk menjawab tuntutan zaman.

Melalui berbagai program strategis, Diskominfotiksa Sabang terus memperkuat penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai fondasi utama dalam pengelolaan pemerintahan yang modern.

Langkah penting dalam penguatan SPBE dimulai pada tahun 2024 melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana SPBE Kota Sabang.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam merancang sistem pemerintahan digital yang terstruktur dan terintegrasi di seluruh organisasi perangkat daerah.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Sabang, Agus Halim, S.E, menjelaskan bahwa penyusunan arsitektur SPBE merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh sistem aplikasi pemerintahan dapat berjalan secara terpadu.

Menurutnya, selama ini banyak aplikasi yang digunakan oleh perangkat daerah berjalan secara terpisah sehingga belum memberikan efisiensi yang optimal.

Dengan adanya arsitektur SPBE yang jelas, seluruh sistem aplikasi dapat diintegrasikan sehingga pelayanan publik dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Sabang, Agus Halim, S.E saat membuka kegiatan asah terampil di Desa Ujung Sikundo Sabang

“Penyusunan arsitektur SPBE bukan sekadar penyusunan dokumen formal. Ini merupakan roadmap nyata untuk membangun sistem pemerintahan yang modern dan terintegrasi,” jelas Agus Halim.

FGD tersebut melibatkan berbagai perangkat daerah serta pemangku kepentingan lainnya untuk menyamakan persepsi terkait arah pengembangan sistem digital di Kota Sabang.

Hasil dari kegiatan tersebut kemudian menjadi peta rencana pengembangan sistem elektronik yang akan menjadi acuan bagi seluruh OPD dalam mengembangkan aplikasi dan layanan digital.

Selain fokus pada penguatan sistem digital pemerintahan, Diskominfotiksa Sabang juga terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik.

Keterbukaan informasi menjadi salah satu prinsip penting dalam tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Melalui penguatan peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap berbagai informasi publik yang berkaitan dengan kebijakan dan program pemerintah.

Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Pada tahun 2024, Pemerintah Kota Sabang berhasil meraih predikat “Informatif” dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Aceh.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan informasi yang terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat.

Agus Halim menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh perangkat daerah dalam mengelola dan menyediakan informasi publik secara profesional.

Menurutnya, keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Memasuki tahun 2025, Diskominfotiksa Sabang semakin memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah dalam pengelolaan informasi publik.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penyelenggaraan Forum Koordinasi PPID yang diikuti oleh seluruh PPID pelaksana dari berbagai OPD di lingkungan Pemerintah Kota Sabang.

Forum tersebut mengangkat tema “Penguatan Koordinasi PPID dalam Mewujudkan Transparansi Informasi Publik”.

Melalui forum ini, para pengelola informasi di setiap perangkat daerah diberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai regulasi keterbukaan informasi serta mekanisme pelayanan informasi kepada masyarakat.

Diskusi kegiatanPembentukan PPID Gampong dan Qanun Keterbukaan Informasi Publik di Aula Diskominfo Sabang

Koordinasi lintas OPD dinilai sangat penting agar pelayanan informasi tidak terhambat oleh proses birokrasi yang panjang.

Dengan koordinasi yang baik, setiap permohonan informasi dari masyarakat dapat dilayani secara cepat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Upaya tersebut kembali membuahkan hasil. Pada tahun 2025, Pemerintah Kota Sabang kembali meraih predikat “Informatif” dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Aceh.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan transparansi informasi terus berjalan secara konsisten.

Tidak hanya memperkuat sistem informasi di tingkat perangkat daerah, Diskominfotiksa Sabang juga melakukan pendampingan kepada PPID Gampong. Pendampingan ini dilakukan di sejumlah gampong seperti Krueng Raya, Anoi Itam, Batee Shok, dan Aneuk Laot.

Melalui kegiatan tersebut, aparatur gampong diberikan pemahaman mengenai dasar hukum keterbukaan informasi publik, teknik pelayanan informasi, hingga tata cara pengelolaan dokumentasi.

Langkah ini dilakukan agar transparansi informasi tidak hanya berjalan di tingkat pemerintah kota, tetapi juga hingga ke tingkat gampong sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

Transparansi dalam pengelolaan dana desa, program pembangunan, serta kegiatan sosial di tingkat gampong menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan yang terbuka dan partisipatif.

Mendorong Literasi Digital Masyarakat

Selain penguatan tata kelola informasi pemerintah, Diskominfotiksa Sabang juga aktif mendorong peningkatan literasi digital masyarakat.

Perkembangan teknologi digital membuat masyarakat harus memiliki kemampuan yang cukup dalam memanfaatkan teknologi secara bijak. Melalui berbagai kegiatan edukasi dan pelatihan, Diskominfotiksa berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan media digital secara positif dan produktif.

Literasi digital menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang cerdas dalam mengakses informasi sekaligus mampu memilah informasi yang benar di tengah maraknya arus informasi di internet.

Sebagai instansi yang bertanggung jawab terhadap komunikasi publik pemerintah daerah, Diskominfotiksa juga memiliki peran penting dalam publikasi dan dokumentasi berbagai kegiatan pemerintahan.

Melalui pemanfaatan media digital, informasi mengenai program dan kegiatan pemerintah kini dapat diakses masyarakat secara lebih cepat. Website resmi pemerintah daerah menjadi salah satu kanal utama dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

Selain itu, berbagai platform media digital juga dimanfaatkan untuk menyebarluaskan informasi mengenai kebijakan serta program pembangunan daerah. Publikasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi kegiatan, tetapi juga sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah kepada masyarakat.

Piagam Anugrah Keterbukaan Informasi Publik untuk Pemerintah Kota Sabang dari Komisi Informasi Aceh

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, keamanan informasi menjadi salah satu tantangan utama yang harus dihadapi pemerintah daerah.

Diskominfotiksa Sabang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan sistem komunikasi serta data pemerintah daerah. Menurut Agus Halim, penguatan sistem keamanan informasi menjadi salah satu prioritas utama dalam menghadapi tantangan digital.

“Di era digital, keamanan data menjadi prioritas. Kami terus memperkuat sistem keamanan informasi untuk melindungi data pemerintah dan masyarakat,” ujarnya. Bidang persandian di Diskominfotiksa memiliki peran penting dalam memastikan setiap sistem komunikasi pemerintahan terlindungi sesuai dengan standar keamanan nasional.

Selain bidang komunikasi dan informatika, Diskominfotiksa Sabang juga memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan statistik sektoral. Penguatan sistem Satu Data menjadi bagian penting dalam memastikan setiap kebijakan pembangunan berbasis pada data yang akurat dan terverifikasi.

Dengan pengelolaan data yang baik, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Data yang terintegrasi juga akan mempermudah koordinasi antarperangkat daerah dalam merencanakan berbagai program pembangunan.

Berbagai langkah strategis yang telah dilakukan Diskominfotiksa Kota Sabang menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam membangun sistem pemerintahan digital yang modern.

Program-program seperti penguatan SPBE, peningkatan keterbukaan informasi publik, pendampingan PPID gampong, hingga penguatan keamanan informasi menjadi bagian penting dalam transformasi digital pemerintahan.

Menurut Agus Halim, transformasi digital bukanlah proses yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

Namun dengan strategi yang tepat serta kolaborasi lintas sektor, Kota Sabang optimistis mampu mewujudkan sistem pemerintahan yang lebih modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Transformasi digital adalah perjalanan panjang. Dengan kerja sama dan komitmen bersama, kita ingin memastikan pemerintahan Kota Sabang semakin terbuka, efektif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Agus Halim.[ADVERTORIAL]

Komentar0

Type above and press Enter to search.