![]() |
| Gagasan pemanfaatan lahan kering melalui pengembangan padi gogo untuk memperkuat ketahanan pangan. |
KABARHI.ID | Sabang – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kota Sabang dinilai perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih adaptif terhadap kondisi wilayah. Salah satunya melalui pemanfaatan lahan kering dengan pengembangan padi gogo.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang, Magdalaina, menilai potensi lahan yang belum tergarap secara optimal masih cukup besar dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pangan lokal.
Menurutnya, Sabang memiliki keterbatasan areal persawahan beririgasi sehingga diperlukan terobosan agar sektor pertanian tetap berkembang. Budidaya padi gogo dinilai menjadi salah satu alternatif yang realistis untuk menjawab kondisi tersebut.
“Pemanfaatan lahan kering perlu mulai didorong. Dengan pendekatan yang tepat, lahan yang selama ini belum produktif bisa memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan daerah,” kata Magdalaina saat ditemui wartawan di halaman Kantor Sekretariat DPRK Sabang, Selasa (20/1/2026).
Padi gogo merupakan varietas padi yang ditanam di lahan kering tanpa membutuhkan sistem pengairan seperti sawah. Tanaman ini dikenal cukup tahan terhadap kondisi tadah hujan dan banyak dibudidayakan di wilayah perbukitan.
Magdalaina menilai inovasi berbasis potensi lokal menjadi kunci agar sektor pertanian Sabang tidak bergantung sepenuhnya pada pola konvensional. Jika lahan kering dapat dimanfaatkan secara optimal, produksi pangan daerah berpeluang meningkat.
Sebagai lembaga legislatif, DPRK Sabang memiliki peran melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Dukungan kebijakan, menurutnya, bisa diarahkan untuk memperkuat pengembangan pertanian berbasis lahan kering.
Selain meningkatkan produksi, penguatan sektor pertanian juga diyakini berdampak pada stabilitas harga pangan serta kesejahteraan petani. Produksi lokal yang meningkat dapat membantu mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Magdalaina juga menekankan pentingnya pendampingan teknis dari pemerintah daerah kepada petani. Mulai dari penyediaan bibit unggul, pelatihan budidaya, hingga penguatan kelompok tani menjadi bagian penting agar program tersebut berjalan efektif.[CS]

Komentar0